Hengky Ristanto – Sabtu, 4 Februari 2023 | 13:50 WIB

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Mahalnya harga bahan pokok beberapa pekan terakhir membuat masyarakat tidak melewatkan operasi pasar murah di Ngawi Street Food (NSF) kemarin (3/2). Sebanyak 2.000 liter minyak goreng (migor) dan tiga kuintal beras ludes dalam satu jam.
”Dibuka pukul 08.00 dan rencananya selesai pukul 10.00,” kata Direktur PT Penguin Indo Logistik Endrik Widodo, distributor yang digandeng pemkab untuk operasi pasar murah.
Endrik mengatakan, satu orang dibatasi membeli dua liter migor MinyaKita seharga Rp 14 ribu per liter. Nominal itu sesuai harga eceran tertinggi (HET). Pembatasan itu guna pemerataan. Sebab stok migor bersubsidi itu langka.
Kalaupun ada, harganya melebihi HET dengan kisaran Rp 16 ribu sampai Rp 17 ribu per liter. ‘’Seperti lenyap dari pasaran. Kami tidak tahu mengapa barangnya sulit didapatkan,’’ ujarnya.
Setya, 58, warga Desa Beran, Ngawi, berhasil membeli migor murah. Biasanya membeli dengan selisih harga Rp 3 ribu atau Rp 6 ribu lebih mahal untuk dua liter. Sedangkan beras membawa pulang Rp 8 ribu per kilogram. ”Kalau di pasaran sampai Rp 12 ribu,’’ ungkapnya.